Hei, kalian para laki-laki!
Kalau mau belajar tentang perempuan, cari ilmunya pada perempuan. Jangan belajar perempuan sama laki-laki. Karena tetap nggak bakal bisa memahami alur pemikiran perempuan. Saya nggak pernah kan bicara sesinis ini sebelumnya? Ini karena kemarin kalian (sewaktu saya nelpon) sudah memancing sakit hati. Saya tahu maksud kalian bercanda. Tapi tolong pakai etika dan jangan sampai menyakiti. Bukannya kalian orang muda terpelajar? Tapi kenapa cara bercanda kalian seperti orang yang tidak pernah mengenyam pendidikan dan diajari tata krama? Tidak malukah kalian sebagai orang yang 'mengaku' muda dan terpelajar?
Kalau mau belajar tentang perempuan, cari ilmunya pada perempuan. Jangan belajar perempuan sama laki-laki. Karena tetap nggak bakal bisa memahami alur pemikiran perempuan. Saya nggak pernah kan bicara sesinis ini sebelumnya? Ini karena kemarin kalian (sewaktu saya nelpon) sudah memancing sakit hati. Saya tahu maksud kalian bercanda. Tapi tolong pakai etika dan jangan sampai menyakiti. Bukannya kalian orang muda terpelajar? Tapi kenapa cara bercanda kalian seperti orang yang tidak pernah mengenyam pendidikan dan diajari tata krama? Tidak malukah kalian sebagai orang yang 'mengaku' muda dan terpelajar?
FYI (For
Your Information):
Bagi
perempuan belum menikah atau tidak menikah itu bukan masalah. Tapi kalau
disinggung soal usia, perempuan mana pun akan tersinggung.
Masih
beruntung kalian ada di Indonesia yang orangnya masih bisa menahan diri meski
tersinggung. Coba kalian berada di luar negeri. Jangan marah kalau tiba-tiba
kalian ditampar perempuan karena menyinggung usia. Bagi kami usia lebih
sensitif dari pada status.
Ya!
Itulah bedanya kami dengan kalian para laki-laki. Jangan pernah menertawakan
usia kami! Atau kalian memang ingin kena tampar atau mungkin dihajar
habis-habisan?
Kami
perempuan yang hidup dari masa kolonialisme sampai kekinian (urban) sudah
berubah pemikiran tentang status. Tapi sensitivitas kami tentang usia sampai
kiamat pun tidak akan berubah. Dan kami punya hak vetto internasional untuk
merahasiakan usia. Kalian tidak tahu kan, wahai laki-laki?
Entah
kalian bakal mengerti atau tidak tulisan saya ini. Saya cuma tidak ingin
menyimpan sakit hati. Dan saya tidak ingin kalian mengulanginya lain kali.
Jadikan ini pembelajaran. Bercanda semurninya bercanda. Jangan gunakan
penghinaan, pelecehan, celaan sebagai alat bercanda. Karena kata-kata
menyakitkan yang keluar dari mulut lebih dalam melukai hati dari pada belati
yang ditusuk ke jantung. Dan mungkin tidak bisa sembuh semudah luka dibadan
yang cepat mengering karena Betadine.
Saya,
mbak Rafi dan mungkin beberapa perempuan lain senang bercanda. Sense of humor
kami bisa dibilang diatas rata-rata. Tapi bukan berarti kodrat kami sebagai
perempuan terlupakan dan bisa diabaikan. Kami tetap perempuan multi tasking
yang sensitif untuk beberapa hal. Tolong hargai kami sebagai perempuan. Karena
salah satu dari kami nanti akan menjadi pendamping kalian, para laki-laki.
Terima
kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca klarifikasi saya. Tolong sampaikan
pada laki-laki lain yang cara bercandanya dengan perempuan masih brutal tanpa
batasan.
Kemarin,
saya bisa membalas tawa kalian dengan makian, umpatan, sumpah serapah. Tapi
saya tidak ingin hati kalian tersakiti kata-kata saya. Saya menanggapi dengan
ikut tertawa kecil atau bahkan diam bukan berarti menerima diperlakukan seperti
itu. Saya hanya mencari alternatif lain supaya kalian bisa mengerti.
Kita ini
teman. Jangan saling menyakiti hati.
Dunia
kita bukan dunia kanak-kanak yang bisa bercanda tanpa batas. Lalu pulang sambil
menangis kalau merasa disakiti. Kemudian mengadu pada ibu. Dan esoknya kembali
bermain bersama lagi.
Dunia
kita dunia kerja, dunia orang dewasa. Kita harus saling menghargai, saling
menjaga, saling menyayangi. Siapa pun, bagaimana pun, seperti apa pun,
hargailah!
Karena
kita tidak pernah tahu kapan kita terpuruk. Kapan kita terjatuh. Dunia ini
berputar. Hukum alam juga berputar sesuai putaran roda kehidupan. Dan hukum
alam itu tidak pernah bisa dibeli dengan uang, jabatan atau hubungan
kekerabatan. Hukum alam itu hukum tertinggi, hukum rimba, hukum sebab akibat
dan... hukum karma.
Jangan
sampai ucapan dari mulut kita menjadi karma untuk kita bahkan anak cucu kita. I
love you all, guys. You're my friends. And i hope will be good friends forever.
I'm sorry if i talking to much. And maybe it's hurt your heart. Really sorry, i
don't mean that...(xxx)
Sinan7145
Sinan7145