25 April 2013

UNTUK KALIAN, LAKI-LAKI...


Hei, kalian para laki-laki!
Kalau mau belajar tentang perempuan, cari ilmunya pada perempuan. Jangan belajar perempuan sama laki-laki. Karena tetap nggak bakal bisa memahami alur pemikiran perempuan. Saya nggak pernah kan bicara sesinis ini sebelumnya? Ini karena kemarin kalian (sewaktu saya nelpon) sudah memancing sakit hati. Saya tahu maksud kalian bercanda. Tapi tolong pakai etika dan jangan sampai menyakiti. Bukannya kalian orang muda terpelajar? Tapi kenapa cara bercanda kalian seperti orang yang tidak pernah mengenyam pendidikan dan diajari tata krama? Tidak malukah kalian sebagai orang yang 'mengaku' muda dan terpelajar?
FYI (For Your Information):
Bagi perempuan belum menikah atau tidak menikah itu bukan masalah. Tapi kalau disinggung soal usia, perempuan mana pun akan tersinggung.
Masih beruntung kalian ada di Indonesia yang orangnya masih bisa menahan diri meski tersinggung. Coba kalian berada di luar negeri. Jangan marah kalau tiba-tiba kalian ditampar perempuan karena menyinggung usia. Bagi kami usia lebih sensitif dari pada status.
Ya! Itulah bedanya kami dengan kalian para laki-laki. Jangan pernah menertawakan usia kami! Atau kalian memang ingin kena tampar atau mungkin dihajar habis-habisan?
Kami perempuan yang hidup dari masa kolonialisme sampai kekinian (urban) sudah berubah pemikiran tentang status. Tapi sensitivitas kami tentang usia sampai kiamat pun tidak akan berubah. Dan kami punya hak vetto internasional untuk merahasiakan usia. Kalian tidak tahu kan, wahai laki-laki?
Entah kalian bakal mengerti atau tidak tulisan saya ini. Saya cuma tidak ingin menyimpan sakit hati. Dan saya tidak ingin kalian mengulanginya lain kali. Jadikan ini pembelajaran. Bercanda semurninya bercanda. Jangan gunakan penghinaan, pelecehan, celaan sebagai alat bercanda. Karena kata-kata menyakitkan yang keluar dari mulut lebih dalam melukai hati dari pada belati yang ditusuk ke jantung. Dan mungkin tidak bisa sembuh semudah luka dibadan yang cepat mengering karena Betadine.
Saya, mbak Rafi dan mungkin beberapa perempuan lain senang bercanda. Sense of humor kami bisa dibilang diatas rata-rata. Tapi bukan berarti kodrat kami sebagai perempuan terlupakan dan bisa diabaikan. Kami tetap perempuan multi tasking yang sensitif untuk beberapa hal. Tolong hargai kami sebagai perempuan. Karena salah satu dari kami nanti akan menjadi pendamping kalian, para laki-laki.
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca klarifikasi saya. Tolong sampaikan pada laki-laki lain yang cara bercandanya dengan perempuan masih brutal tanpa batasan.
Kemarin, saya bisa membalas tawa kalian dengan makian, umpatan, sumpah serapah. Tapi saya tidak ingin hati kalian tersakiti kata-kata saya. Saya menanggapi dengan ikut tertawa kecil atau bahkan diam bukan berarti menerima diperlakukan seperti itu. Saya hanya mencari alternatif lain supaya kalian bisa mengerti.
Kita ini teman. Jangan saling menyakiti hati.
Dunia kita bukan dunia kanak-kanak yang bisa bercanda tanpa batas. Lalu pulang sambil menangis kalau merasa disakiti. Kemudian mengadu pada ibu. Dan esoknya kembali bermain bersama lagi.
Dunia kita dunia kerja, dunia orang dewasa. Kita harus saling menghargai, saling menjaga, saling menyayangi. Siapa pun, bagaimana pun, seperti apa pun, hargailah!
Karena kita tidak pernah tahu kapan kita terpuruk. Kapan kita terjatuh. Dunia ini berputar. Hukum alam juga berputar sesuai putaran roda kehidupan. Dan hukum alam itu tidak pernah bisa dibeli dengan uang, jabatan atau hubungan kekerabatan. Hukum alam itu hukum tertinggi, hukum rimba, hukum sebab akibat dan... hukum karma.
Jangan sampai ucapan dari mulut kita menjadi karma untuk kita bahkan anak cucu kita. I love you all, guys. You're my friends. And i hope will be good friends forever. I'm sorry if i talking to much. And maybe it's hurt your heart. Really sorry, i don't mean that...(xxx)
Sinan7145

12 April 2013

ABOUT YOU AND ME

Sometimes I wonder...
Because I can be honest with you
I'm being myself
You was my strength
And when you're away
I lost, so...
I was lonely and hope you come home
I'll let the door open

Wish I could ...
Talking, joking, fighting, arguing, telling stories, laughing
With you, only you

Sinan7145

11 April 2013

#grandfather's legacy

Saya perempuan sederhana tapi banyak yang bilang 'mewah'
Saya berpenampilan seadanya tapi banyak yang bilang 'berlebihan'
Saya bersikap ramah tapi banyak yang bilang 'wanita genit'
Saya berniat menolong tapi banyak yang bilang 'tukang ikut campur'
Saya menyapa dengan senyum tapi banyak yang bilang 'sang penggoda'

Bagi saya itu sudah biasa, dan saya terbiasa dinilai seperti itu
Saya hanya berusaha menjadi diri sendiri
Apa salah jika saya bersikap apa adanya dan bukan 'ada apanya'?

Saya ingat pesan Mbah Kakung saya waktu itu
" Jangan pernah pura-pura. Jalani saja hidup ini apa adanya. Jangan pernah takut penilaian orang. Jika kamu tidak merugikan atau menyakiti siapa pun. Jangan menangis lagi. Bangun, lanjutkan lagi... "

Saya hanya pegang amanah itu
Dan saya akan tetap sebagai saya

Sinan.7145